Friday, August 31, 2012

Selamat Hari Kemerdekaan, Malaysia!


Though going home is definitely a time when everyone always feel exited [ read : will be leaving this country SOON :( ]. But this is not what I feel right now. I kinda feel sad.

My first few semesters in Uniten, I did compare every single thing in Malaysia to Indonesia. The foods, the clothes, the people, the cultures and etc. And I made my own conclusion if my country is better in certain things. But there are certain aspects that Malaysia is way much better than Indonesia. Hmm...

4 years in Malaysia is not just a numbers. I feel comfort to stay here regardless the facilities that Uniten has. ;p

Today is the independence day of my second home. 

Well, I just wanna say, 'Selamat hari kemerdekaan my second home, Malaysia. You are a good country indeed, and you will always be insya Allah.' 

Please teach your neighbor country-Indonesia to be as good as you in developing the country. Guide him. I feel appreciate if you do. :)


Friday, August 24, 2012

Hidup


Hidup itu fleksibel. Mau dibuat mudah, bisa. Dibuat susah, juga bisa.

Tujuan hidup itu jelas. Aturan hidup pun juga jelas. Aku tidak bisa bayangkan, seandainya aturan Allah  dan tuntunan Nabi Muhammad S.A.W itu tidak eksis. Mau jadi apa kita? Berantakan, hancur, compang-camping. 

Saat ini aku berada dalam keadaan yang susah dalam hidup, itu bukan yang dijanjikan Allah. Tapi aku sendiri yang mem-begitu-kan keadaan. Thesisku hancur, revisi pun sangat lambat. Satu minggu libur seharusnya bisa aku manfaatkan untuk membetulkan semuanya. Bahkan menyiapkan slide untuk presentasi minggu depan. Tapi sekarang? Berantakan. Aku tau kenapa hidup susah, karena aku yang membuatny susah.

Entah apa yang aku pikirkan belakangan. Ini bukan keadaan seorang Nabila yang biasanya. Nabila yang kuat. Nabila yang selalu menjadikan sabar sebagai sahabat terbaiknya. Sabar sudah pergi, tapi aku rindu. Sangat rindu. 

Apalagi jika mengingat bulan Ramadhan, pilu rasanya hati ini. Ramadhan lepas begitu saja. 

Aku ingin bertemu sabar dan syukur. Dalam kadar waktu segera. Aku mohon.

Akhir-akhir ini pun, begitu mendapat masalah sedikit saja. Wuih, hati ini rasanya langsung panas hingga ke ubun-ubun. AHH. Kumohon kembalikan pribadiku yg dulu, walaupun tidak bagus tapi setidaknya tak seburuk keadaanku sekarang. T_T 

Innallaha ma'ana..


Sunday, August 12, 2012

My Ramadhan


Blame on FYP. I can't really take care of myself. I'm getting thinner. I don't even want to know my parents' reaction (especially my mom if she knows me now). Plus, yesterday I had breaking fast together with my Indonesian senior, she is married. The first comment when her husband saw me, "Bil, kurus banget.. Kenapa bil?" - And I simply answered, "Skripsi, mas".

I'm wondering if FYP is the only reason of my condition right now. 

Talk about ramadhan, its like ferrari. AHH! Can I blame on FYP,  or other people feels the same too? Anyway, today's moon was simply subhanallah! Its awesomely awesome...

Credit to friend on facebook



Ya Allah, please accept our fasting, our qiyamul lail. We do for the seek of You, we ask your forgiveness. Please accept. We will not miss your blessing in the last 10 days of Ramadhan, insya Allah. Allah, We need You.

Allahuma innaka affuwun tuhibul afwa fa'fu annee (oh Allah you are forgiving, and you love to forgive so forgive me). It is nice dua to read!

Allahu musta'an. La haula wala quwwata ila billah. Allah, please save our brothers and sister in Syria, Rohingya, and all over the world...Aaminnn!


Friday, July 27, 2012

Sungguh, Allah Maha Mendengar


Demi kemuliaan dan kebesaran-Ku dan juga demi kemurahan dan ketinggian kedudukan-Ku di atas arasy. Aku akan mematahkan harapan orang yang berharap kepada selain Aku dengan kekecewaan. Akan Aku pakaikan kepadanya pakaian kehinaan di mata manusia.
Aku singkirkan dia dari dekat-Ku, lalu Kuputuskan hubungan-Ku dengannya.

Mengapa dia berharap kepada selain Aku ketika dirinya sedang berada dalam kesulitan? Padahal sesungguhnya kesulitan itu berada di tangan-Ku dan hanya Aku yang dapat menyingkirkannya?
Mengapa dia berharap kepada selain Aku dengan mengetuk pintu-pintu lain padahal pintu-pintu itu tertutup?
Padahal, hanya pintu-Ku yang terbuka bagi siapa pun yang berdoa memohon pertolongan dari-Ku.

Siapakah yang pernah mengharapkan Aku untuk menghalau kesulitannya lalu Aku kecewakan? 
Siapakah yang pernah mengharapkan Aku karena dosa-dosanya yang besar,lalu Aku putuskan harapannya?
Siapakah pula yang pernah mengetuk pintu-Ku lalu tidak Aku bukakan?

Aku telah mengadakan hubungan yang langsung antara Aku dengan angan-angan dan harapan seluruh makhluk-Ku. Akan tetapi, mengapakah mereka malah bersandar kepada selain Aku?
Aku telah menyediakan semua harapan hamba-hamba-Ku, tetapi mengapa mereka tidak puas dengan perlindungan-Ku?

Dan Aku pun telah memenuhi langit-Ku dengan para malaikat yang tiada pernah jemu bertasbih pada-Ku, lalu Aku perintahkan mereka supaya tidak menutup pintu antara Aku dan hamba-hamba-Ku. Akan tetapi, mengapa mereka tidak percaya kepada kata-kata-Ku?

Tidakkah mereka mengetahui bahwa siapa pun yang ditimpa oleh bencana yang Aku turunkan, tiada yang dapat menyingkirkannya kecuali Aku?
Akan tetapi, mengapa Aku melihat mereka, dengan segala angan-angan dan harapannya itu, selalu berpaling dari-Ku?
Mengapakah mereka sampai tertipu oleh selain Aku?

Aku telah memberikan kepadanya segala kemurahan-Ku apa-apa yang tidak sampai harus mereka minta.
Ketika semua itu Aku cabut kembali darinya, lalu mengapa mereka tidak lagi memintanya kepada-Ku untuk segera mengembalikannya. Tetapi malah meminta pertolongan kepada selain Aku?

Apakah Aku yang memberi sebelum diminta, lalu ketika dimintai tidak Aku berikan?
Apakah Aku ini bakhil, sehingga dianggap bakhil oleh hamba-Ku?
Tidakkah dunia dan akhirat itu semuanya milik-Ku?
Tidakkah semua rahmat dan karunia itu berada di tangan-Ku?
Tidakkah dermawan dan kemurahan itu adalah sifat-Ku?

Tidakkah hanya Aku tempat bermuaranya semua harapan?
Dengan demikian, siapakah yang dapat memutuskannya dari-Ku?

Apa pula yang diharapkan oleh orang-orang yang berharap,
andaikan Aku berkata kepada semua penduduk langit dan bumi,
‘Mintalah kepada-Ku! Aku pun lalu memberikan kepada setiap orang, apa saja yang mereka inginkan.

Dan semua yang Kuberikan itu tidak akan mengurangi kekayaan-Ku meskipun sebesar debu. 
Bagaimana mungkin kekayaan yang begitu sempurna akan berkurang, sedangkan Aku mengawasinya?
Sungguh alangkah celaka orang-orang yang terputus dari rahmat-Ku.
Alangkah kecewanya orang-orang yang berlaku maksiat kepada-Ku dan tidak memerhatikan Aku dan tetap melakukan perbuatan-perbuatan yang haram seraya tiada malu kepada-Ku.
[Dari Ibn Husain dan diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Imam Muslim & At-Tirmidzi serta Ibn Hibban]